Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember mengadakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN Tematik pada tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari di Auditorium Utama kampus IAI Al-Qodiri Jember pada tanggal 09 Juli 2024. Tema yang diangkat dalam KKN tahun ini “Penguatan Recognisi Global Menuju Masyarakat Mandiri Berbasis Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal”.
Pembekalan diikuti oleh sekitar 199 mahasiswa dari berbagai program studi. Materi yang disampaikan meliputi teknis pelaksanaan KKN Tematik 2024, Selayang Pandanga KKN Tematik IAI AL-Qodiri, Pemetaan Potensi Desa, Metode ABCD dan Praktik, metode BMC dan Praktik, serta Tata Tertib KKN Tematik 2024 dan Etika Bermasyarakat.
Ketua LP2M IAI Al-Qodiri, Dr. Finadatul Wahidah, M.Pd.I dalam sambutan dan arahannya menekankan pentingnya KKN sebagai wadah pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. “KKN bukan hanya tentang menerapkan ilmu yang telah dipelajari, tapi juga kesempatan belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya. Ketua LP2M juga menanyakan kesiapan dan memberi semangat mahasiswa dalam menjalani kegiatan KKN Tematik 2024. “kalian semua harus aktif dalam mengikuti KKN tahun ini, khusus mahasiswa yang ikut KKN Kolaboratif Pemkab Jember jangan sampai kalah aktif dengan mahasiswa lain dari perguruan tinggi di Jember, jika memunkinkan kaliam harus menjadi ketua PJ dari masing-masing program KKN kali ini”, pungkas ketua LP2M dalam acara pembekalan Mahasiswa KKN tahun ini.
Panitia KKN Tematik 2024 yang dalam hal ini bersama para DPL KKN Tematik 2024 juga menjelaskan bahwa tahun ini, fokus KKN akan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, desa peduli lingkungan, desa tanggap budaya dan desa bebas stunting dan sanitasi. Mahasiswa diharapkan dapat membawa inovasi dan solusi kreatif untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat.
Pembekalan ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa secara mental dan keterampilan sebelum terjun langsung ke lokasi KKN. Program KKN Tematik 2024 IAI Al-Qodiri Jember dijadwalkan akan berlangsung selama 40 hari di berbagai desa di wilayah Kabupaten Jember dan sekitarnya.
Editor: Akhmad Iqbal