UNIKHAMS Gelar Bimtek DPL dan Penguatan PKM Dosen Terintegrasi KKN 2025: Wujudkan Desa Mandiri Berbasis Entrepreneur Islami

Jember (15/7) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember resmi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Penguatan Program Kreativitas Masyarakat (PKM) Dosen, dan Pembukaan PKM Dosen Terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025, pada Senin (15/7), bertempat di Auditorium UNIKHAMS Lt. 2.

Acara strategis ini menjadi tonggak awal pelaksanaan KKN UNIKHAMS 2025 yang mengusung tema besar:

“Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Produk Entrepreneur Islami: Integrasi Keilmuan dan Kearifan Lokal Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing.”

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UNIKHAMS Jember, Dr. H. Asmad Hanisy, M.M. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik dalam setiap kegiatan KKN dan PKM Dosen, terutama dalam menghadapi tahun politik mendatang.

“Saya mengingatkan seluruh DPL dan dosen yang terlibat dalam KKN maupun PKM agar tidak terlibat dalam politik praktis, baik di tingkat desa maupun komunitas. Kita hadir di tengah masyarakat sebagai akademisi yang membawa misi pemberdayaan dan keilmuan, bukan kepentingan politik,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengapresiasi LP2M UNIKHAMS atas inisiatif strategis dalam menyinergikan kegiatan KKN dengan PKM dosen. Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat peran tridharma perguruan tinggi, terutama pada aspek pengabdian masyarakat berbasis riset, kearifan lokal, dan potensi desa.

Pembekalan DPL dan Penguatan Administrasi KKN

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan teknis yang dipandu oleh Akhmad Iqbal, M.Phil., selaku perwakilan dari Ketua LP2M UNIKHAMS. Dalam paparannya, Iqbal menjelaskan secara rinci mengenai aspek administratif yang harus dikuasai oleh para DPL KKN 2025.

“Setiap posko KKN wajib memiliki kelengkapan administrasi, mulai dari buku tamu, logbook kegiatan harian, dokumentasi, hingga laporan akhir yang terintegrasi dengan template yang telah disiapkan LP2M,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif DPL dalam mendampingi mahasiswa, tidak hanya pada aspek teknis, namun juga dalam membentuk karakter pengabdian dan etika sosial mahasiswa.

PKM Dosen 2025: Fokus pada Pemberdayaan dan Kolaborasi

Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Iqbal, M.Phil. juga memberikan penguatan khusus mengenai PKM Dosen 2025. Ia menjelaskan bahwa tema sentral yang diangkat sejalan dengan roadmap pengabdian LP2M, yakni pemberdayaan masyarakat berbasis produk Islami.

“Kami mendorong setiap dosen untuk merancang PKM yang tidak hanya bersifat charity, tetapi transformatif dan berkelanjutan. Maka pendekatan yang kita dorong adalah berbasis metode ABCD (Asset-Based Community Development), Participatory Action Research (PAR), dan Service Learning (SL),” ungkapnya.

Tiga metode tersebut diharapkan dapat menjembatani dosen dalam melakukan intervensi sosial berbasis keilmuan, kolaborasi masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal secara partisipatif.

Produk Luaran dan Standar Nasional

Tidak hanya fokus pada pelaksanaan, LP2M juga mendorong agar setiap program KKN dan PKM dosen memiliki luaran yang konkret dan berdaya guna. Produk luaran dapat berupa publikasi, modul pelatihan, media edukatif, inovasi teknologi tepat guna, hingga produk kewirausahaan berbasis lokal.

Selain itu, laporan PKM dosen juga diarahkan untuk mengikuti standar Litapdimas Kementerian Agama RI, baik dari sisi format, substansi, hingga keterpaduan dengan hasil riset dosen.

Untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas, LP2M UNIKHAMS juga akan melakukan digitalisasi seluruh laporan PKM dosen melalui laman resmi LP2M, sehingga hasil pengabdian dapat diakses publik, pemerintah daerah, hingga mitra industri.

Sinergi Menuju Desa Mandiri

Dengan integrasi antara KKN mahasiswa dan PKM dosen, UNIKHAMS menargetkan lahirnya model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berjangka pendek, tetapi mampu membentuk desa mandiri dan berdaya saing. Melalui sinergi dosen dan mahasiswa lintas disiplin, serta kolaborasi aktif dengan tokoh masyarakat dan pemerintahan desa, KKN 2025 menjadi laboratorium sosial yang nyata dalam mewujudkan visi kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan Islami dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin KKN bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi momentum strategis dalam mengimplementasikan hasil riset dan pengembangan keilmuan dosen serta semangat belajar mahasiswa dalam kehidupan nyata masyarakat,” pungkas Akhmad Iqbal, M.Phil.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para DPL dan dosen pengabdi. Dengan bekal yang telah diberikan, diharapkan KKN dan PKM dosen UNIKHAMS 2025 menjadi titik balik transformasi sosial berbasis kampus, agama Islam, dan kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *