LP2M UNIKHAMS Luncurkan Program Unggulan “Academic Writing Mahasiswa (AWM) Tahap II 2025” untuk Cetak Generasi Penulis Ilmiah Unggul di Era AI

Jember — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember kembali meluncurkan program unggulannya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang akademik dan literasi ilmiah. Melalui salah satu program, Academic Writing Mahasiswa (AWM) Tahap II 2025, LP2M berupaya mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya mahir menulis, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif di tengah tantangan besar perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) saat ini.

Program AWM merupakan wadah pembinaan dan pelatihan penulisan ilmiah bagi mahasiswa UNIKHAMS dari berbagai fakultas dan semester. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari Elementary, Intermediate, Advanced, hingga Proficient, yang dirancang secara berjenjang agar mahasiswa dapat berkembang sesuai kapasitasnya. Materi yang diajarkan meliputi beberapa hal seperti penyusunan makalah, esai, book chapter, hingga pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah bereputasi.

Acara Grand Launching dan Sosialisasi AWM Tahap II 2025 dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Auditorium KH. Achmad Muzakki Syah UNIKHAMS Jember dan daring melalui platform Zoom Meeting. Format ini memungkinkan partisipasi mahasiswa yang tidak dapat hadir langsung di kampus, sekaligus memperluas jangkauan kegiatan agar dapat diikuti oleh seluruh civitas akademika. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, para dosen, serta lebih dari 580 mahasiswa peserta dari berbagai program studi. Antusiasme peserta terlihat dari semangat serta banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi sosialisasi berlangsung, baik secara langsung maupun virtual.

Dalam wawancara terpisah, Wakil Rektor I UNIKHAMS, Dr. Zainal Arifin, M.Pd., menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. “Kegiatan ini adalah bentuk keseriusan kampus dalam mempersiapkan keterampilan menulis mahasiswa. Menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang sarjana. Di era digital seperti sekarang, mahasiswa perlu dibekali kemampuan menulis ilmiah agar siap menghadapi dunia kerja dan akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LP2M UNIKHAMS, Hasyim Asy’ari, M.Pd.I., menegaskan bahwa AWM bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga jembatan bagi mahasiswa untuk belajar menulis secara baik, benar, dan etis. Ia mendorong peserta agar mampu memanfaatkan berbagai fitur teknologi masa kini, termasuk AI, secara bijak dan produktif. “AI bisa menjadi alat bantu, tapi bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Melalui AWM, kami ingin mahasiswa belajar menulis dengan hati dan logika, bukan hanya dengan bantuan mesin,” tutur Hasyim.

Hadir mewakili Rektor UNIKHAMS, Wakil Rektor III, Dr. Nurul Anam, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan dua tips penting bagi mahasiswa agar sukses di era pendidikan abad ke-21. Pertama, ia menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai bentuk berpikir kritis dan kreatif. “Aplikasi AI bisa membuat mahasiswa menjadi pasif jika tidak digunakan dengan bijak. Karena itu, AWM diharapkan menjadi wadah pembentukan daya nalar dan kemampuan menulis ilmiah mahasiswa,” jelasnya. Kedua, ia menambahkan bahwa mahasiswa yang sukses adalah mereka yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui karya dan kontribusinya.

Motivasi serupa disampaikan oleh Dekan Fakultas Non Tarbiyah, Dr. (Cand.) Alfian Izzat El Rahman, yang menilai bahwa menulis merupakan keterampilan “berat” yang perlu dilatih secara berkelanjutan. “Menulis bukan sekadar menuangkan ide, tetapi proses berpikir yang melatih kedisiplinan dan ketelitian. Melalui AWM, UNIKHAMS berusaha memberikan ruang dan bimbingan agar mahasiswa tidak takut untuk mulai menulis,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris LP2M, Akhmad Iqbal, M.Phil., yang juga bertindak sebagai pemandu acara, menjelaskan bahwa program AWM Tahap II ini dibagi menjadi dua jenis kelas, yakni kelas reguler dan kelas non-reguler. Kelas reguler dilaksanakan secara tatap muka dengan sistem mentoring langsung, sedangkan kelas non-reguler dilakukan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pendampingan intensif dari mentor. “Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk belajar sesuai kondisi masing-masing, namun tetap berorientasi pada hasil karya yang berkualitas sesuai pedoman AWM UNIKHAMS,” terangnya.

Iqbal juga menambahkan bahwa hasil dari AWM Tahap I 2025 telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Beberapa mahasiswa UNIKHAMS berhasil menulis opini di media massa, menerbitkan buku, dan menghasilkan artikel jurnal bereputasi. “Itu bukti bahwa program ini berdampak nyata. Kami ingin AWM Tahap II menjadi langkah lanjutan yang lebih kuat dan luas jangkauannya,” ujarnya optimistis.

Melalui program AWM ini, UNIKHAMS Jember berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang unggul, kritis, dan produktif dalam menulis. Di tengah tantangan dunia digital dan kemudahan teknologi AI, AWM menjadi pengingat bahwa menulis bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan cerminan kemampuan berpikir dan identitas akademik seorang intelektual muda (AI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *