Monev KKN UNIKHAMS 2025: Perkuat Laporan dan Finalisasi Produk Islami Berbasis Kearifan Lokal

Jember, 3 September 2025 – Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember sukses menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen akademik dan sosial dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian masyarakat. Monev ini dilaksanakan dalam dua tahap: tanggal 11 Agustus 2025 untuk monitoring internal panitia KKN, dan pada tanggal 1–2 September 2025 untuk monev langsung oleh jajaran pimpinan universitas.

Kegiatan monev tersebut menyasar posko-posko KKN yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jember, yakni: Desa Suci, Kecamatan Panti; Desa Rowotamtu dan Desa Nogosari di Kecamatan Rambipuji; Pondok Pesantren Nurul Chotib; Desa Candijati, Kecamatan Arjasa; Desa Sumberdanti, Kecamatan Sukowono; Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo; Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo; dan Pondok Pesantren Nurul Imam, Kecamatan Sumberjambe.

Kehadiran Pimpinan Tinggi Universitas

Kegiatan monev pimpinan mendapat perhatian khusus dengan kehadiran langsung Rektor UNIKHAMS Jember, Dr. Asmad Hanisyi, MM., bersama jajaran Wakil Rektor: Dr. Zainal Arifin, M.Pd. (Warek I), Dr. Fathor Rohman, M.Pd.I (Warek II), dan Dr. Nurul Anam, M.Pd. (Warek III). Turut serta pula Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Anshori, M.Pd.I, serta Dekan Non-Tarbiyah, Dr. (Cand.) Alfian Izzat El Rahman.

 

Tidak ketinggalan, Ketua Panitia KKN UNIKHAMS 2025 Akhmad Iqbal, M.Phil. dan Sekretaris Panitia Noga Riza Faisol, M.E juga turut mendampingi selama pelaksanaan monev, menunjukkan sinergi antara pimpinan universitas dan pelaksana teknis kegiatan.

 

 

Fokus Monev: Penguatan Laporan dan Produk Islami

Kegiatan monev tahun ini difokuskan pada dua hal utama: (1) penguatan dan peninjauan laporan KKN mahasiswa yang telah berjalan selama lebih dari satu bulan, dan (2) finalisasi serta validasi produk-produk islami yang dihasilkan oleh mahasiswa bersama masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tema besar KKN UNIKHAMS 2025, yaitu: “Pemberdayaan Berbasis Produk Islami: Integrasi Keilmuan dan Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Desa Mandiri dan Berdaya Saing”. Tema tersebut mencerminkan komitmen UNIKHAMS untuk menciptakan model KKN yang tidak hanya bersifat aplikatif dan akademik, tetapi juga mampu melahirkan produk nyata yang memiliki nilai keberlanjutan, spiritualitas, serta relevansi dengan konteks lokal masyarakat.

Rektor UNIKHAMS, Dr. Asmad Hanisyi, MM. dalam sambutannya di salah satu posko menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa dan para dosen pembimbing lapangan (DPL) yang telah bekerja keras selama masa KKN. “Kita ingin memastikan bahwa KKN tidak hanya menjadi agenda formal tahunan, tetapi juga membawa perubahan nyata dan berdampak langsung kepada masyarakat. Monev ini menjadi momen refleksi dan penguatan atas apa yang sudah dilakukan mahasiswa di lapangan,” tuturnya.

Ragam Produk Islami dan Kearifan Lokal

Selama monev berlangsung, tim pimpinan dan panitia disambut dengan berbagai produk inovatif berbasis islami dan kearifan lokal yang diinisiasi oleh mahasiswa. Di antaranya adalah pembuatan sabun buku dan modeul ajar (tajwid, perawatan jenazah, PIAUD), pengembangan media pembelajaran berbasis digital untuk TPQ dan Madrasah diniyah, Pengembangan Alat Permainan Edukatif (APE) pelatihan manajemenmasjid, pembuatan produk UMKM halal seperti olahan pisang, keripik tempe, dan minuman tradisional, hingga pendampingan branding usaha mikro berbasis syariah. Dan pengembangan eco-pesantren dan jurnalistik serta kampaye anti-bullying dan pencegahan pernikahan dini.

Beberapa kelompok juga memperkenalkan program-program pemberdayaan berkelanjutan seperti pelatihan daur ulang samapai menjadi produk ekonomi kreatif, pembuatan buku ajar tajwid dan pedomakan praktis pengembangan literasi Bahasa arab, serta pelatihan parenting islami untuk guru PAUD dan wali murid di desa.

“Produk-produk ini adalah bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelengkap pembangunan, tetapi sebagai agen perubahan yang membawa warna baru dalam dinamika desa,” ungkap Dr. Zainal Arifin, M.Pd., selaku Warek I bidang akademik.

Evaluasi dan Catatan Strategis

Selain apresiasi, kegiatan monev juga menghasilkan beberapa catatan strategis dari para pimpinan universitas. Warek II, Dr. Fathor Rohman, M.Pd.I menekankan pentingnya kelayakan ekonomi dari produk yang dikembangkan. “Produk-produk islami harus bisa diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Kita perlu pikirkan strategi keberlanjutan pasca-KKN,” ujarnya.

Sementara itu, Warek III, Dr. Nurul Anam, M.Pd., menggarisbawahi pentingnya dokumentasi digital dalam pelaporan KKN. “Mahasiswa perlu membangun kesadaran dokumentasi. Sebuah program yang baik harus ditopang dengan pelaporan yang rapi, sistematis, dan komunikatif. Ini juga penting sebagai bahan akreditasi dan publikasi ilmiah,” katanya.

Antusiasme Masyarakat dan Harapan ke Depan

Kehadiran para pimpinan UNIKHAMS di tengah masyarakat desa disambut hangat oleh perangkat desa, mahasis peserta KKN, dan warga. Mereka mengapresiasi kegiatan KKN sebagai bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan desa.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. M. Anshori, M.Pd.I, menyampaikan bahwa ke depan UNIKHAMS akan memperkuat sinergi antara fakultas dan LPPM dalam mendesain program KKN tematik yang responsif terhadap isu-isu lokal. Hal senada juga diungkapkan oleh Dekan Non-Tarbiyah, Dr. (Cand.) Alfian Izzat El Rahman yang berharap KKN bisa menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa lintas disiplin.

Dengan terlaksananya Monev KKN 2025 secara komprehensif, UNIKHAMS Jember menunjukkan keseriusannya dalam menjadikan KKN sebagai sarana penguatan tridharma perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin matang secara akademik, sosial, dan spiritual dalam berkontribusi pada pembangunan masyarakat, khususnya melalui pendekatan pemberdayaan berbasis produk islami dan kearifan lokal.

Editor: Akhmad Iqbal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *