Surabaya – Dalam rangka mendorong peningkatan mutu dan kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Kopertais Wilayah IV Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Kapasitas Pengelola Jurnal PTKIS” pada tanggal 29–30 Agustus 2025 di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola jurnal dari berbagai PTKIS di Jawa Timur, termasuk saya sendiri, Akhmad Iqbal, yang menjadi perwakilan dari Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kopertais Wilayah IV dalam memperkuat ekosistem keilmuan di kampus-kampus Islam swasta, khususnya melalui pengelolaan jurnal yang kredibel dan terindeks. Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek teknis pengelolaan jurnal, tetapi juga menyentuh pada dimensi strategis pengembangan prodi, riset, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada solusi nyata atas permasalahan bangsa.
Pembukaan dan Pembinaan: Menyatukan Visi Akademik dan Kebijakan Nasional
Kegiatan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA, M.Phil., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen kolektif antar-PTKIS dalam mendorong jurnal sebagai instrumen strategis pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual dan solutif.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang sangat substansial oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. Dalam arahannya, Prof. Suyitno menekankan bahwa penguatan jurnal tidak bisa dilepaskan dari upaya besar dalam membuka prodi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat riset-riset yang aplikatif, serta mengarahkan pengabdian masyarakat agar berdampak langsung terhadap problematika aktual bangsa.
Beliau menyoroti pentingnya menjadikan publikasi ilmiah sebagai sarana problem solving yang nyata, bukan sekadar formalitas akademik. Artinya, jurnal-jurnal yang terbit dari PTKIS harus mampu memberikan kontribusi pemikiran dan solusi terhadap berbagai tantangan sosial, keagamaan, ekonomi, dan pendidikan di Indonesia. Visi ini, lanjut beliau, juga sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam Asta Cita pemerintah.
Optimalisasi SINTA: Meningkatkan Reputasi Institusi Melalui Publikasi
Sesi selanjutnya pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB diisi oleh Ahmad Hanif Asyhar, M.Si., yang membahas secara teknis dan strategis tentang “Optimalisasi Skor SINTA bagi Dosen dan Institusi PTKIS.” Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam bagaimana memaksimalkan akun SINTA masing-masing dosen dan institusi.
Pemanfaatan data SINTA tidak hanya penting untuk penilaian kinerja dosen, tetapi juga menjadi indikator penting dalam proses akreditasi institusi maupun prodi. Pemateri memandu kami langkah demi langkah mulai dari pengisian profil yang lengkap, sinkronisasi data publikasi, hingga pemanfaatan metrik untuk mendongkrak visibilitas dan reputasi kampus. Penjelasan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya literasi digital dalam pengelolaan karier akademik.
Dosen Berkarya, Dosen Berdampak: Menulis untuk Kontribusi Ilmiah
Setelah istirahat, kegiatan berlanjut malam harinya mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dengan sesi bertajuk “Dosen Berkarya, Dosen Berdampak: Menulis sebagai Sarana Kontribusi Ilmiah” yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Anas Maarif, M.Pd. Materi ini terasa sangat relevan karena menyentuh jantung aktivitas dosen sebagai ilmuwan: menulis dan mempublikasikan karya ilmiah.
Dr. Anas memberikan penguatan dalam hal struktur penulisan ilmiah baik dalam format IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) maupun non-IMRAD, yang lazim digunakan di berbagai disiplin ilmu. Beliau juga membimbing kami dalam memahami proses editing naskah agar layak terbit di jurnal nasional dan internasional. Materi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan teknis, tetapi juga membangkitkan semangat kami sebagai dosen untuk lebih aktif berkarya dan menyumbang pemikiran yang bermakna.
Tata Kelola Rumah Jurnal: Mewujudkan Jurnal Berkualitas dan Terindeks
Keesokan harinya, tanggal 30 Agustus 2025, kegiatan dilanjutkan pada pukul 08.00–11.00 WIB dengan materi tentang “Tata Kelola Rumah Jurnal bagi PTKIS dan Penguatan Kualitas Artikel melalui Peer Review Profesional” oleh Hanif Amrulloh ZA. Sesi ini merupakan salah satu materi paling teknis sekaligus inspiratif dalam kegiatan ini.
Pak Hanif memaparkan secara sistematis bagaimana manajemen jurnal dilakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari proses submission oleh penulis, penanganan oleh editor, mekanisme peer review, copy editing, hingga tahap produksi dan publikasi. Beliau juga membagikan pengalamannya dalam mengelola jurnal yang telah berhasil terindeks Scopus—sebuah capaian yang menjadi impian banyak pengelola jurnal di lingkungan PTKIS.
Yang menarik, beliau juga mengenalkan konsep “Padepokan Jurnal” yang telah beliau bangun di Universitas Ma’arif Lampung. Padepokan ini menjadi semacam ekosistem pembinaan jurnal berbasis komunitas ilmiah yang sangat inspiratif dan layak ditiru oleh kampus-kampus lain, termasuk UNIKHAMS.
Refleksi dan Harapan

Mengikuti kegiatan ini memberikan pengalaman dan pemahaman yang sangat berharga. Tidak hanya tentang aspek teknis pengelolaan jurnal, tetapi juga bagaimana jurnal harus menjadi bagian integral dari pembangunan bangsa melalui kontribusi keilmuan yang berdampak.
Sebagai delegasi dari UNIKHAMS Jember, saya merasa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun strategi pengembangan jurnal yang lebih terarah dan bermutu di kampus kami. Kami akan membawa pulang semangat dan ilmu yang didapat untuk membangun rumah jurnal UNIKHAMS menjadi lebih profesional, terakreditasi, dan pada akhirnya menjadi saluran utama kontribusi keilmuan para dosen kami ke tengah masyarakat.
Dari forum ini, kami tidak hanya belajar, tetapi juga membangun jaringan dan kolaborasi yang insyaAllah akan terus berlanjut dalam menguatkan tradisi akademik dan keilmuan Islam di Indonesia.